Laman

Minggu, 18 Desember 2011

Sejarah Origami??? Part 2 (origami modern)

Origami modern mengenal bentuk lipatan baru yang berbeda dengan bentuk lipatan klasik. Origami modern ini mulai diperkenalkan oleh Akira Yoshizawa di Jepang. Hasil kreatifitasnya berbentuk ramalan bintang diterbitkan dalam majalah “Asahi Graf” edisi Januari 1952. publikasi ini kemudian diikuti dengan pameran hasil karyanya di Museum Stadtlich Amsterdam pada November 1955.

Akira Yoshizawa mempopularkan bentuk-bentuk origami baru yang berbeda dengan bentuk origami tradisional. Dia turut memperkenalkan bentuk awal hewan berkaki empat dengan menggabungkan 2 keping kertas yang berlipat. Semenjak itu pelipat kertas yang lain juga sukses menggunakan asas “Blintzed” untuk membuat lipatan hewan berkaki empat yang dibuat dari selembar kertas tanpa dipotong.

Lanjut Bacanya...

Sejarah Origami??? Part 1

Hai..hai..hai.. sobat Bahasa
Hari ini admin mau memposting sesuatu yang berbeda, berhubungan dengan Origami. Sebelum admin memberitahukan bagaimana cara membuat macam-macam Origami. Admin mau kasih info tentang sejarah Origami itu bagaimana. Seperti yang aku, kamu dan mereka tahu, Origami itu adalah seni melipat-lipat kertas menjadi sesuatu yang kita inginkan. Kata Origami sendiri yang berasal dari bahasa Jepang adalah gabungan antara dua kata ori yang artinya  'melipat' dan kami artinya kertas. Jadi jika kedua digabungkan menjadi Origami yang artinya 'melipat kertas'.

Sejarah Origami sendiri bermula sejak manusia mulai menciptakan kertas. Seperti aku, kamu dan mereka ketahui, kertas pertama kali diproduksi di Tiongkok (Cina) pada abad pertama 105M dan diperkenalkan oleh Ts'ai Lun yang jelas-jelas orang Cina juga. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Cina antara lain tongkang Cina dan kotak. Pada abad ke enam, cara pembuatan kertas itu kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab dan ke Jepang (610 M) oleh seorang sami Buddha bernama Dokyo yang juga merupakan doktor peribadi Ratu Shotoku.
Di Jepang, Origami dipercaya telah ada sejak Zaman Heian (741-1191) di kalangan kaum sami Shinto sebagai penutup botol sake (arak beras) saat upacara penyembahan, wanita dan kanak-kanak. Pada masa itu origami masih dikenal dengan istilah orikata, orisui ataupun orimono.

Lanjut Bacanya...

Rabu, 14 Desember 2011

Apa yang Anda lakukan ketika ponsel Anda terendam air?

Ponsel Anda kecebur di got? atau terkena air hujan saat berada dijalan? Setiap detik Anda mungkin tidak pernah terlepas dari yang namanya Handphone atau ponsel genggam. Jika dalam suatu kegiatan anda tiba-tiba mendapati ponsel genggam yang Anda bawa basah atau tercebur, mungkin anda bisa mencoba tips yang satu ini. Chek it dot.

1. Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah
Tenang, jangan panik, karena jika anda panik, itu akan membuat anda bingung harus melakukan apa. Jadi, calm down. Ok?

2.  Kemudian, siram kembali ponsel yang terkena air, dengan syarat pegang ponsel secara vertikal, atau lurus ke atas agar air mudah mengalir. Tutup bagian ponsel yang rentan terhadap air, seperti speakernya, port USB, mikrofon, port charger sebisanya dengan menggunakan jari anda.

3. Selanjutnya, keringkan ponsel anda. Semakin cepat mengeringkan, akan semakin baik dengan tidak menghidupkan atau menekan tombol apapun selama ponsel basah.

Lanjut Bacanya...

Kamis, 01 Desember 2011

Batik buatan anak Bahasa


Ketemu lagi nih sobat Bahasa. Kali ini aku mau memposting sebuah karya-karya dari anak-anak Bahasa yang so pasti unik, centes, keren, dan bisa dibilang mereka semua anak-anak yang berbakat. Karya mereka kali ini adalah BATIK. Batik yang satu ini dilukis di buku gambar ukuran A4 lalu diwarnai dengan secantik dan sebagus mungkin. boleh tidak diwarnai. Lalu setelah itu dikumpul dan siap untuk dinilai. Tapi sayangnya, hasilnya tidak dikembalikan oleh gurunya. Karya batik ini bukan sekedar gambar-menggambar, juga untuk pengambilan nilai dipelajaran KTK anak Bahasa. tidak lupa juga kami mengabadikan hasil-hasil karya batik kami dengan foto-foto bareng. Liat aja foto-foto yang sempat diambil pas detik-detik pengambilan nilai.

Henri

Lanjut Bacanya...

Minggu, 20 November 2011

pernikahan satu hari bersama Selenge'an

Selamat sore sobat-sobat Bahasa...
aku mau berbagi kegiatan nih tentang kelas Bahasa, tentang Pernikahan Satu Hari, waaaahh judulnya aja udah bikin galau yah, apalagi aslinya haha.. maksudnya pernikahan satu hari adalah, pernikahan yang dilakukan cuma satu hari doank, gak sampe satu hari sih, beberapa menit doank, itu karen pelaksanaan nikahan ini cuma sekedar praktek doank. Jadi jangan heran dan jangan galau, Praktek ini diselenggarakan untuk pengambilan nilai Agama, jadi yang ikut cuma anak-anak muslim di kelas aja.
Ada Amel sebagai pengantin perempuannya, Wahyu sebagai pengantin laki-lakinya, Ari dan Rosy sebagai orangtua dari Amel, Henri sebagai single parent dari Wahyu dan Aku sebagai saksi bersama Nona, Jiqin sebagai ibu-ibu penceramahnya, tidak ketinggalan pula Pak Baim (guru agama) sebagai penghulunya. Walaupun sederhana tapi kami semua antusias menjalankan pernikahan yang bohong-bohongan ini.
Acara pertama itu, dibuka oleh Ibu Ustadzah Selenge'an nih, Ibu Jiqin. Sebenernya cuma Ustadzah bohongan aja, biar keliatan serius gimana gitu. Terus baru masuk acara inti, pengucapan sakral yang dimulai oleh Pak Baim sebagai penghulu, dilanjutkan oleh si Ari sebagai wali/bapaknya Amel.
keluarga satu hari
Disela-sela pengucapan sakralnya, Si Wahyu malah grogi, sempat terjadi 2 kali

Lanjut Bacanya...