Laman

Tampilkan postingan dengan label Essay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Essay. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Essay "Pacaran"


ini salah satu essay yang dibuat anak bahasa yang terinspirasi dari kehidupannya saat ini..
Pacaran

“saya keluarkan banyak uang demi pendidikanmu tapi kamu di sekolah malah pacaran? Keterlaluan sekali. Bagus kamu sekalian tidak usah sekolah!”
Pedas sekali kata-kata dari ibu saya. Kalau saja ibu saya seorang “public figure” kata-kata itu bisa menjadi pro dan kontra di kalangan remaja. Pacaran? Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Definisi yang keren, kan? Banyak yang sering bertanya sama saya, sudah berapa kali kamu pacaran, Dylan? Dengan senyum saya menjawab belum pernah sama sekali. Biasanya air muka mereka terkejut, nyengir dan berkata saya bohong besar! Baiklah, ini pendapat saya tentang pacaran. Pacaran itu buang-buang waktu, energi, dan bikin penyakit. Saya, pribadi lebih suka hubungan yang casual alias santai dan tidak ada komitmen di antara keduanya. Istilah gaulnya sekarang adalah hubungan tanpa status. Saya memang tidak pernah pacaran tetapi berhubungan dengan orang tanpa status pernah dan percayalah, sama menyakitkannya dengan pacaran. Definisi teman saya tentang hubungan tanpa status, begini bunyinya:
“hubungan tanpa status sekilas seperti pacaran hanya saja tidak ada komitmen di dalamnya, cukup tahu perasaan masing-masing dan jalani apa adanya”

Lanjut Bacanya...

Rabu, 26 Oktober 2011

Pengertian Essay

Pengertian Esay dan ciri-cirinya
Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.


Tipe-tipe Esai

Ada enam tipe esai, yaitu :

• Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.


• Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
• Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskanbiografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
• Esai pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
• Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
• Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.


Ciri-ciri Esai

1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.

2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.


3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.


Cara membuat esai:
1.     tentukan tema yang paling Anda kuasai;
2.     carilah bahan;
3.     buatlah outline atau poin-poin yang akan Anda bicarakan;
4.     tentukan judul;
5.     mulailah mengembangkan kerangka karangan

Cara mengembangkan kerangka karangan esai:
1.     untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
2.     kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
3.     masukan pandangan seorang ahli;
4.     buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
5.     untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
6.     esai biasa adalah karangan argumentasi.

Lanjut Bacanya...