Laman

Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Pada Sebuah Kapal Karya NH. Dini


RESENSI NOVEL ANGKATAN '66






IDENTITAS NOVEL

Judul : Pada sebuah Kapal
Karangan : NH. Dini
Cetakan : Kedua, Tahun 1988
Tebal : 350 halaman

A. SINOPSIS



Sri dilahirkan dari keluarga sederhana yang sangat menyenangi seni. Ayahnya adalah seorang pelukis. Sejak kecil, dia dimasukkan ke sekolah tari. Sri adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Mereka hidup dengan rukun di sebuah desa kecil yang terdapat di Semarang.
Saat umurnya tiga belas tahun, ayahnya meninggal dan setelah selesai sekolah menengah atas, Sri bekerja sebagai penyiar radio yang terdapat di kotanya.selama tiga tahun menjadi penyiar radio, ia mulai merasa jenuh dengan pekerjaannya. Sri mencoba mengikuti pendidikan pramugari yang ada di kota tersebut dan akhirnya mendapat kesempatan untuk diuji di Jakarta. Tapi sayang, ia tidak lulus menjadi pramugari disebabkan adanya penyakit yang terdapat di dalam paru – parunya. Setelah berobat, Sri harus istirahat selama tiga bulan dan ia memilih sebuah desa di Salatiga untuk menyembuhkan penyakitnya.
Setelah sembuh, Sri mencoba untuk hidup di Jakarta walaupun tidak menjadi pramugari. Ia yakin dengan bakat yang dimilikinya ia dapat hidup di Jakarta. Ia tinggal di rumah pamannya yang sebelumnya ditempati oleh kakaknya, Sutopo yang telah lebih dulu ke Jakarta. Kini Sutopo telah mempunyai rumah di Jakarta.
Di Jakarta ia bekerja sebagai penyiar radio dan penari untuk acara – acara istana. Di gedung latihan itu, Sri menyukai seorang laki – laki. Namanya Basir. Tapi perasaannya bertepuk sebelah tangan. Di sisi lain, Yus sangat mencintainya dan ingin menikah dengannya. Tapi Sri tidak begitu menyukai Yus, karena komunis. Selain itu ada Narti, teman kecil Sri waktu sekolah dasar yang sekarang menjadi pramugari. Narti sering main ke rumah paman Sri untuk mengunjunginya. Narti memperkenalkan kedua teman yang bekerja di angkatan udara kepada Sri, mereka bernama Saputro dan Mokar.
Pertemanan Sri dan Suparto awalnya biasa – biasa saja. Seperti biasanya, sikap Saputro sangat lembut dan perhatian. Dari sikapnya itu, Sri mulai jatuh hati dengan sosok Saputro. Kedekatan antara Sri dengan Saputro semakin dekat setelah mereka bertemu di acara Malam Kesenian Kongres Pemuda se-Asia. Dari pertemuan itulah, keduanya yakin kalau mereka saling mencintai. Saputro memiliki jadwal penerbangan yang tidak menentu sehingga kedatangannya tidak dapat diperkirakan oleh Sri. Setelah Saputro selesai mengikuti pendidikan di Cekoslovakia, mereka memutuskan untuk tunangan dan segera menikah. Setelah kembali dari Cekoslovakia, Saputro menemui Sri dan memberikan sebuah cincin sebagai tanda pengikat diantara mereka. Malam itu pun mereka habiskan bersama.
Seperti biasanya Saputro harus melakukan penerbangan dengan jadwal yang tidak dapat dipastikan. Walaupun jarak yang jauh, mereka telah menyiapkan segala sesuatu untuk pernikahan. Tapi kebahagiaan yang sebentar lagi akan diraih oleh Sri harus bergantikan air mata, karena Saputro tewas saat penerbangan dari Bandung menuju Jakarta karena cuaca yang buruk.



B. Unsur Intrinsik novel “Pada Sebuah Kapal”

Lanjut Bacanya...

Pengertian Resensi


pengertian resensi buku -imtaq


Resensi jika dari bahasa Latin,  revidere  (kata kerja) atau recensie. Artinya “melihat kembali, menimbang, atau menilai.” Tindakan meresensi mengandung “memberikan penilaian, mengungkapkan kembali isi pertunjukan, membahas, dan mengkritiknya.”
Dalam buku Bahasa dan Sastra Indoneisa(yang ditulis Euis Sulastri dkk) Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda,  resentie, yang berarti kupasan atau pembahasan. Jadi, pengertianresensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.
Pada Kamus Sinonim Bahasa Indonesia disebutkan bahwa resensi adalah pertimbangan, pembicaraan, atau ulasan buku. Akhir-akhir ini, resensi buku lebih dikenal dengan istilah  timbangan buku.
Apa sih tujuan Resensi Buku itu?
Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat akan kehadiran suatu buku, apakah ada hal yang baru dan penting atau hanya sekadar mengubah buku yang sudah ada. Kelebihan dan kekurangan buku adalah objek resensi, tetapi pengungkapannya haruslah merupakan penilaian objektif dan bukan menurut selera pribadi si pembuat resensi. Umumnya, di akhir ringkasan terdapat nilai-nilai yang dapat diambil hikmahnya.
Pembuat resensi disebut resensator.


Lanjut Bacanya...

Anak Arloji





IDENTITAS BUKU

1.        Judul Buku                 :           Anak Arloji
2.      Judul Cerpen             :           Panggilan Sasha
3.       Nama Pengarang      :           Kurnia Effendi
4.      Tahun Terbit             :           Maret 2011
5.      Nama Penerbit          :           PT Serambi Ilmu Semesta , Anggota IKAPI
6.      Tempat Terbit          :           Jakarta & Bandung
7.      Editor                         :           Endah Sulwesi
8.      Tebal Buku                :           240 halaman + 2 halaman cover

 SINOPSIS

Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, 20 Oktober 1960. Dia menyelesaikan pendidikan pada tahun 1991 dari Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Dilihat dari latar belakang pendidikannya, beberapa karyanya memperlihatkan warna kesenirupaan yang sangat indah. Ia mulai menulis sejak masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Namun, namanya mulai dikenal public sejak 1978 ketika cerpen dan puisinya dimuat di media massa. Kemudian, pada tahun 1980-an ia terlibat aktif sebagai peserta dalam berbagai sayembara penulisan fiksi dan puisi. Kreativitasnya sebagai penulis makin berkembang ketika Ia hijrah ke Bandung untuk melanjutkan studi ke ITB dan kemudian bergabung dengan Grup Apresiasi Sastra (GAS) ITB dan bergaul dengan Forum Sastra Indonesia. Setamat dari ITB, Kurnia Effendi hijrah ke Jakarta dan juga bergabung dengan Komunitas Sastra Indonesia (KSI).
Novel dan cerpen-cerpennya yang telah dibukakan adalah Senapan Cinta (Kata Kita, 2004), Bercinta di Bawah Bulan (Metafor Publishing, 2004), Aura Negeri Cinta (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Kincir Api (Gramedia Pustaka Utama, 2005), Selembut Lumut Gunung (Cipta Sekawan media, 2006), Burung Kolibri Merah Dadu (2007), dan Interlude-Jeda (bersama Syafrudin Azhar, LPKP, 2007). Sejumlah cerpennya juga terbit dalam antologi bersama. Beberapa diantara antologi itu adalah 20 Tahun Cinta (Senayan Abadi Publishing, 2003), Wajah Dibalik Jendela (Lazuardi Publishing, 2003), Kota yang Bernama dan Tak Bernama (DKJ dan Bentang, 2003), Addicted 2U (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Jl. Asmaradana, Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2005 (Penerbit Kompas, 2005), dan Ripin, Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2007 (Penerbit Kompas, 2007).
Dan juga pada tahun 2008, Ia menulis buku The Four Finger Pianist yang berisi kisah hidup Hee Ah Lee-pianis asal Korea-yang sukses sebagai pianis meski hanya berjari empat. Buku ini mendapat pujian dari banyak orang dan dalam waktu 2 bulan telah mengalami cetak ulang sebanyak 2 kali.

Lanjut Bacanya...